Melihat Potensi Sri Mulyani Jadi Presiden Bank Dunia

12th Jan 19 10:34 pm
Jumat, 11 Jan 2019 16:33 WIB
Hendra Kusuma – detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Istimewa/Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Istimewa/Kementerian Keuangan
Jakarta – Posisi Presiden Bank Dunia alias World Bank (WB) dimungkinkan diisi oleh orang yang bukan berkebangsaan Amerika Serikat (AS). Presiden Bank Dunia berpotensi diduduki oleh orang Asia atau lainnya.

Seperti yang diungkapkan oleh US Chairman The Official Monetary and Financial Institutions Forum (OMFIF) Mark Sobel. Dalam opininya, posisi Bos Bank Dunia sepeninggalan Jim Yong Kim bisa diisi oleh orang yang bukan asli warga AS.

Dirinya menyebut beberapa kandidat yang berpotensi adalah Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati yang juga mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia, atau Menteri Keuangan Nigeria Ngozi Okonjo-Iweala yang juga mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.


Menurut Direktur Eksekutif Indef Eny Sri Hartati, potensi tersebut bisa dilihat dari aturan yang dipegang oleh Bank Dunia sampai saat ini.

“Organisasi itu punya AD/ART atau apapun namanya, setahu saya memang secara resmi tentu tidak ada managing director atau director harus warga negara tertentu, itu tidak ada,” kata Eny saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

“Ini kan berdasarkan tradisi atau turun temurun, artinya sepanjang organisasi itu tidak memberi larangan, berarti memang boleh dan dimungkinkan,” tambah Eny.

Lebih lanjut Eny mengungkapkan, fokua Bank Dunia yang selama ini terhadap pengentasan kemiskinan dan ketimpangan di dunia pun menjadi angin segar bagi para kandidat yang berasal dari negara-negara berkembang, seperti Indonesia.

Eny menyebut, jika Bank Dunia nanti dipimpin oleh orang yang berasal dari negara berkembang dan relatif fokusnya sama yaitu mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan pun akan cocok

“Artinya dia lebih memahami, lebih merasakan kemiskinan dan ketimpangan di negara-negara,” ujar dia.


Oleh karena itu, dirinya mendukung jika memang ada orang dari luar AS yang bisa memimpin organisasi internasional tersebut.

“Sehingga harapannya, program dan kebijakan dari Bank Dunia ke depan itu lebih solutif, karena keberadaannya itu (Bank Dunia) berperan dalam mengurangi kemiskinan dan juga ketimpangan,” ujar dia.

“Kalau kesempatan itu diambil Asia, dan itu Indonesia ya make sense, karena Indonesia big population dan persoalan kemiskinan dan ketimpangan juga masih cukup menjadi persoalan,” sambungnya.

hek/ara

Leave a Reply