Sejarah Perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat

13th Nov 18 11:29 pm

https: img-o.okeinfo.net content 2016 11 24 18 1550714 sejarah-perayaan-thanksgiving-di-amerika-serikat-VwpqGsa7T1.jpg

Lukisan perayaan Thanksgiving pertama karya Jean Leon Gerome Ferris (Foto: The Vintage News)

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis ·

Kamis 24 November 2016 22:06 WIB

 

WARGA Amerika Serikat (AS) tengah berkumpul bersama keluarganya untuk memperingati Hari Pengucapan Syukur atau Thanksgiving. Biasanya, mereka berkumpul di meja makan sambil menyantap daging ayam kalkun. Thanksgiving juga menjadi salah satu hari libur nasional di Negeri Paman Sam.

Sejarah perayaan Hari Pengucapan Syukur dimulai pada 1621 ketika sejumlah orang suci merayakan berakhirnya musim panen dengan melakukan perjamuan makan. Mereka mengundang 91 orang suku Indian –suku asli Amerika- dalam jamuan tersebut sebagai balas jasa. Perjamuan berlangsung selama tiga hari penuh dengan hidangan berupa lobster, kerang, kentang, jagung, sayuran serta buah-buahan kering, dan ayam kalkun raksasa.

Sepuluh tahun sejak Krisis Ekonomi, perekonomian AS masih gelap gulita. Presiden Franklin Delano Roosevelt kemudian mengumumkan Thanksgiving tidak akan dirayakan pada Kamis terakhir November, tetapi dimajukan satu pekan sebelumnya. Keputusan tersebut diambil atas desakan para pedagang agar memiliki waktu yang cukup untuk meningkatkan penjualan sebelum Hari Natal.

Franklin Delano Roosevelt kemudian memajukan Thanksgiving yang sedianya berlangsung 30 November menjadi 23 November 1939. Ia berpikir keputusan tersebut tidak menimbulkan kontroversi. Sayangnya, keputusan tersebut malah dipertanyakan para politikus. Keputusan untuk menyenangkan para pedagang dianggap sangat tidak bisa diterima.

Dampaknya, banyak acara termasuk pertandingan sepakbola Amerika dan libur sekolah harus dijadwal ulang karena keputusan tersebut. Warga malah menjadi kebingungan. Banyak gubernur yang tidak setuju dengan keputusan tersebut dan menolak menjalankannya. Wali Kota Atlantik Thomas Taggart secara sinis menyebut keputusan tersebut sebagai Franksgiving.

Sebagian besar negara bagian mematuhi perintah sang presiden, tetapi 16 di antaranya memberontak. Colorado dan Texas memutuskan untuk mengikuti keputusan presiden dan menjadwalkan dua hari libur, yakni 23 dan 30 November 1939.

Meski keputusan tersebut menyebabkan kebingungan dan kontroversi, Roosevelt mengembalikan perayaan Thanksgiving ke Kamis terakhir pada 1940. Kontroversi masih terjadi pada 1941. Tetapi, pada penghujung tahun itu, Kongres dan Roosevelt mengesahkan resolusi bersama yang mendeklarasikan Thanksgiving akan dirayakan setiap Kamis terakhir November tahun berjalan hingga hari ini. (war)

(Sil)

 

Sumber: Okezone.com

Leave a Reply